Johor Bahru: Otoritas Iskandar Malaysia menggandeng pengembang China Country Garden bersama Esplanade Danga 88 Sdn Bhd yang kemudian membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) Country Garden Pacificview Sdn Bhd (CGPV) membangun kota baru di pulau reklamasi.

Kota yang dinamai Forest City itu akan menempati empat pulau buatan manusia. Forest City adalah proyek properti ramah lingkungan pertama terbesar di Asia Tenggara.

Director Smart Urban Sustainability Strategy Department, PT Country Garden, Vincent Woon mengungkapkan, masyarakat kota membutuhkan lingkungan yang lebih ramah dalam berbagai hal.

“Salah satunya lingkungan yang hijau dan aman,” ujar Vincent Woon, dalam jumpa pers di kawasan Forest City, Johor Bahru, Malaysia, Rabu 20 Juli 2017.

Vincent mengatakan, salah satu yang dapat dikembangkan untuk menciptakan kondisi lingkungan hijau di hunian perkotaan ialah dengan memaksimalkan desain dan teknologi. Seperti membuat bangunan dengan desain yang lebih terbuka hingga memungkinkan terjadinya sirkulasi udara yang lebih baik. Serta dengan menanam tanaman merambat pada bagian dinding luar dan sistem penyiram tanaman otomatis.

“Pada akhirnya berbagai lokasi akan menjadi lebih hijau termasuk di gedung yang ditinggali,” ujar Vincent.

Berbagai hunian vertikal seperti apartemen, hunian tapak, pusat belanja, taman, destinasi rekreasi dan lain-lain dibangun di atas empat pulau buatan manusia ini. Saat ini realisasi pembangunan baru berjalan sekitar 40 persen.

Kota baru ini adalah proyek jangka panjang selama 20 tahun ke depan hingga 2035. Lahan empat pulau itu terdiri dari 2.000 hektare (ha) atau 20 km persegi, dengan rincian, pulau pertama sekitar 5,91 km persegi, pulau kedua dan ketiga 13,2 km persegi, dan pulau keempat 0,89 km persegi.

Kota dengan nilai investasi mencapai USD100 miliar atau setara dengan Rp1.330 triliun tersebut sengaja dirancang dengan memanfaatkan desain ramah lingkungan yang futuristik dan berbagai teknologi pintar.

Desain ini diharapkan menjadi model kota masa depan. Pengembang mengadopsi berbagai praktik terbaik untuk meminimalisir dampak lingkungan melalui solusi terintegrasi. Hal ini untuk menjamin dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

Fase pertama Forest City delapan unit tower diklaim ludes terjual. Pilar perekonomian utama bagi Forest City antara lain, pendidikan, perawatan kesehatan dan pariwisata. Akses masuk khusus ke Forest City seperti sistem LRT dan transportasi kapal ferry yang terhubung ke Singapura dan ke jalur kereta supercepat yang menghubungkan kedua negara rencananya akan dimulai Desember 2017.

Kota ini mampu menampung sekitar 700.000 penduduk. Jumlah tersebut lebih banyak dari populasi Washington DC saat ini, dan akan menjadi kota yang lebih padat dibanding Manhattan, AS. Proyek Forest City juga menawarkan berbagai benefit bagi para calon investor asal Indonesia. Tak hanya keuntungan bisnis properti, beberapa keuntungan lain juga bakal didapatkan.

Summary
Article Name
Pulau Reklamasi yang jadi Kota Futuristik Ramah Lingkungan
Description
Johor Bahru: Otoritas Iskandar Malaysia menggandeng pengembang China Country Garden bersama Esplanade Danga 88 Sdn Bhd yang kemudian membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) Country Garden Pacificview Sdn Bhd (CGPV) membangun kota baru di pulau reklamasi.
Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *